Profil SPTJ
SERIKAT PEKERJA TRANSPORTASI JAKARTA
Tanggal 12 Juni 2017 menjadi tonggak bersejarah berdirinya Serikat Pekerja Transportasi Jakarta (SPTJ), hari itu menandai aksi mogok kerja pertama yang dilakukan oleh karyawan Transjakarta, menuntut pengangkatan menjadi karyawan tetap.
Perjuangan ini membuahkan hasil nyata. Sebanyak 4.316 karyawan diangkat menjadi karyawan tetap tanpa seleksi, dilanjutkan dengan pengangkatan 1.847 karyawan melalui mekanisme seleksi yang adil.
SPTJ lahir dari semangat perjuangan para pekerja yang hak-haknya diakui dan dilindungi secara hukum.
Visi SPTJ
SERIKAT PEKERJA TRANSPORTASI JAKARTA
Menjadi Serikat Pekerja Transportasi Jakarta yang
SOLID
Bersatu padu, kuat dalam organisasi dan perjuangan untuk kepentingan anggota.
KUAT
Memiliki organisasi yang mandiri, profesional dan berdaya untuk menghadapi tantangan masa depan.
PROFESIONAL
Dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anggota.
MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN
Secara konsisten memperjuangkan hak, kepentingan dan kesejahteraan anggota pekerja transportasi.
Misi SPTJ
SERIKAT PEKERJA TRANSPORTASI JAKARTA
MEMPERJUANGKAN
Memperjuangkan hak dan kepentingan anggota secara adil, bermartabat dan berkesinambungan.
MELINDUNGI
Melindungi anggota dari segala bentuk ketidakadilan dan pelanggaran ketenagakerjaan.
MEMBANGUN
Membangun solidaritas, kebersamaan dan persatuan untuk kekuatan organisasi.
MENINGKATKAN
Meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kesejahteraan pekerja transportasi.
BERPERAN AKTIF
Berperan aktif dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, nyaman dan berkelanjutan.
Tiga Pilar Perjuangan SPTJ
SERIKAT PEKERJA TRANSPORTASI JAKARTA
Pilar 1:
Meningkatkan Kualitas Layanan
Memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna Transjakarta
Pilar 2:
Meningkatkan Produktivitas Perusahaan
Mendorong efisiensi dan kinerja optimal PT Transportasi Jakarta
Pilar 3:
Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan
Memperjuangkan hak dan kesejahteraan seluruh pekerja